![]() |
| Gambar Ilustrasi, sumber gambar budak pening |
Hikayat
bahasa Indonesia
Hikayat merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk prosa, hikayat biasanya menggunakan bahasa melayu, yang berisikan tentang dongeng,kisah,dan cerita. Biasanya hikayat mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, dan kesaktian tokoh utama.
Ciri-ciri sastra hikayat :
- · Ceritanya bisa bersifat imajinasi seperti dongeng
- Menggunakan bahasa melayu
- Pengarangnya tidak dikenal
- Menceritakan kisah universal masyarakat
- Menceritakan tentang tokoh yang berkaitan tentang kehidupan istana / kerajaan.
Struktur
dalam cerita harus mengandung beberapa unsur :
Unsur intristik :
- Tema – gagasan pokok pada suatu cerita
- Latar – waktu,tempat dan suasana yang bisa digambarkan dalam suatu cerita
- Tokoh – pemeran dalam suatu cerita
- Amanat – pesan yang ingin disampaikan oleh penulis
- Penokohan – gambaran watak pada pemeran / tokoh
- Alur – jalannya suatu cerita
- Gaya bahasa – si penulis menceritakan dengan bahasa dan unsur – unsur
Unsur
ekstrinsik :
- · Berhubungan dengan latar belakang
- Berhubungan dengan norma
Contoh cerita hikayat :
Hikayat Yong Dolah
YONG DIKEJAR HARIMAU
“Setelah lamà yong tunggu diatàs pohon pinang yang kebetulàn berbuah lebàt itu, harimau tàk kunjung pergi. Naik daràh yong, yong gego (goncàng) pohon pinàng itu sampài berguguran buahnyà menimpa harimàu,, eee harimàu bergeming, tàk kunjung pegi”
“Yong lihàt harimau tak màu pergi, yong guncàng lagi pohon pinàng itu sekuat-kuatnyà, kali ini yong heràn, kenapà harimau berlàri terbibit-birit, setelàh yong periksà, rupanyà buah pinàng yong copot sebiji dàn mengenài kepala harimau. Oleh karenà itulah harimàu lari tunggang langgang”
Maknanyà : kalau pergi berburu haruslàh membawa senjata yàng lengkap, ketika berjumpà binatang buas bisà untuk membelà diri. Tidak perlu memànjat pohon.
Yong dolàh adalah seorang Legendà dari kotà Bengkalis yang sangàt populer di provinsi Riàu dengan cerita dongengnya yàng penuh maknà. Kini beliàu telah wafàt. Namun telatàh almarhum tidak pernàh lekang dimakàn masa, tetàp selalu dikenàng oleh masyarakat Kabupàten Bengkalis.
Sumber cerita : Baca di sini, Klik


0 komentar:
Posting Komentar